21 Mei 2025 20:35

Waspada Karhutla, Masyarakat Sumsel Diminta Tak Bakar Lahan saat Kemarau

Waspada Karhutla, Masyarakat Sumsel Diminta Tak Bakar Lahan saat Kemarau

Kaganga.com Palembang - Memasuki musim kemarau yang diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan saat membuka area pertanian atau perkebunan.

Kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot), yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala luas jika tidak diantisipasi sejak dini.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menegaskan bahwa hampir seluruh kasus karhutla disebabkan oleh ulah manusia. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya bencana yang merugikan banyak pihak.

“Sebanyak 99 persen karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan, terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini,” kata Sudirman pada Rabu (21/5).

Ia menambahkan, jika masyarakat menemukan adanya kebakaran atau indikasi awal karhutla, diharapkan segera melapor ke BPBD atau pihak berwenang setempat agar dapat segera ditangani sebelum api menyebar lebih luas.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih kering akibat peralihan dari fenomena La Nina yang terjadi pada 2024.

“BMKG memprediksi musim kemarau di Sumatera Selatan akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober, dengan kondisi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, jumlah hotspot diperkirakan akan meningkat, yang berarti potensi karhutla juga lebih tinggi. Oleh karena itu, upaya mitigasi dini sangat diperlukan untuk menekan risiko bencana.

“Pada 2024 saja yang mengalami kemarau basah masih muncul titik-titik panas. Tahun ini, dengan kemarau lebih kering, sebaran dan potensi karhutla tentu jauh lebih besar,” tutup Wandayantolis.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Karhutla sumsel

Komentar